Gosip di tempat kerja merupakan hal serius. Sementara banyak dari kita bergosip tanpa menyadarinya, gosip di tempat kerja dapat sangat merugikan karyawan maupun perusahaan. Berikut adalah akibat buruk yang dapat ditimbulkan oleh gosip:
Terbuangnya waktu dan produktivitas karena banyak waktu kerja digunakan untuk bertukar "informasi gosip".
Beredarnya berita keliru yang menimbulkan kekhawatiran atau harapan yang salah.
Menurunnya rasa percaya terhadap satu sama lain di tempat kerja.
Menurunnya semangat kerja karyawan.
Menyakiti seseorang.
Menciptakan situasi kerja tidak sehat.
Gosip dapat ditangani setidaknya dari dua arah. Manajemen dan karyawan mempunyai peran penting dalam menangani gosip di tempat kerja ini. Bila keduanya secara aktif mencoba menghentikan gosip, hasilnya akan sangat positif.
UNTUK MANAJER DAN SUPERVISOR.
Para manajer dan supervisor dapat menangani gosip dengan cara-cara berikut:
1. Bila seseorang ingin bergosip dengan Anda, perlihatkan padanya Anda tidak tertarik untuk mendengar. Misalnya," Menurut saya tidak adil membicarakan seseorang seperti ini dan dia tidak disini. Jadi kalau tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan, lebih baik saya meneruskan pekerjaan."
2. Jelaskan pada staf Anda gosip tidak diinginkan dalam unit/kelompok kerja Anda. Anda dapat menyampaikan ini melalui staff meeting. Sampaikan dengan tegas dan bijaksana. Terangkan kerugian yang dapat ditimbulkan gosip. Namun, Anda sendiri perlu menjalankan kata-kata Anda. Jika ingin menghentikan gosip Andapun harus berhenti bergosip.
3. Tingkatkan komunikasi mengenai isu-isu yang ada dalam pekerjaan. Gosip (atau kadang berita dari mulut ke mulut) cenderung muncul bila ada kekosongan informasi resmi. Orang akan berspekulasi, menebar desas desus. Bila staf mendapat informasi yang jelas dan Anda terbuka mengenai isu-isu dalam pekerjaan, kemungkinan munculnya informasi keliru untuk mengisi kekosongan tadi akan berkurang.
4. Bila Anda mengetahui siapa orang-orang yang sering menebar gosip, Anda perlu berbicara secara khusus dengan mereka. Terangkan kerugian dan masalah yang ditimbulkan. Bila masalah berlanjut, Anda mungkin perlu menjadikan ini masalah kinerja (performance), karena dapat mempengaruhi produktivitas, kekompakan dan efektivitas team.
UNTUK KARYAWAN.
Percaya atau tidak, karyawan di tempat kerja dapat menggalang "satuan" anti gosip. Gosip dapat dikurangi bahkan bila hanya sedikit saja karyawan yang memeranginya.
Sama dengan manajer, alat utama Anda adalah "not play"/tidak terlibat. Gosip berkembang karena ada orang-orang yang mau mendengarkannya. Hentikan mendengarkan dan membahas gosip dan gosip akan menghilang. Perlihatkan pada rekan kerja Anda tidak suka bergosip dan tidak ingin berada dalam situasi yang diwarnai gosip. Dengan begitu orang lain yang juga anti gosip kemungkinan akan mengikuti langkah Anda. Contoh pernyataan yang bisa Anda sampaikan,"Percakapan ini membuat saya merasa tidak enak. Saya tidak ingin mendengar siapa melakukan apa pada siapa karena kita tidak tahu fakta sebenarnya. Jadi kalau teman-teman ingin membahasnya, lebih baik saya melakukan hal lain."
Perhatikan bahwa kalimat Anda tadi bukan serangan pada orang yang bergosip, tetapi unngkapan terbuka mengenai pilihan pribadi Anda. Bila orang menantang pernyataan Anda tadi, jangan berbantahan. Anda sudah mengungkapkan pilihan Anda dan tidak perlu memperpanjangnya lagi. Jangan menceramahi atau memarahi orang. Just move on.
Bila ada gosip yang menjadi keprihatinan Anda, pertimbangkan untuk membicarakannya dengan manajer atau supervisor Anda. Manajemen seringkali tidak mengetahui beredarnya gosip tertentu, apalagi bila mereka berada di luar jalur penyebaran gosip tersebut. Jelaskan situasinya secara umum, tanpa menyebutkan orang-orang tertentu. Tanyakan apakah si Manajer dapat mengingatkan orang-orang akan kerugian yang ditimbulkan gosip. Bila gosip disekeliling Anda sudah terlalu banyak, keprihatinan Anda akan lebih credible bila Anda tidak menunggu hingga gosip itu merugikan Anda secara langsung.
Gosip selalu merugikan, terlepas apakah sasarannya Anda ataupun seseorang yang tidak Anda sukai.
KESIMPULAN.
Menghentikan gosip adalah proses yang terbuka dan langsung, dan individu-individu dapat melakukannya. Ingatlah, bahkan orang yang terbiasa bergosip sadar bahwa gosip itu buruk. Mereka mungkin akan berespon positif bila diingatkan baik oleh atasan ataupun rekan kerja. Dan jangan lupa: Dalam lingkungan kerja yang ditaburi gosip, akhirnya setiap orang akan mendapat giliran menjadi sasaran. Mungkin minggu ini si A, minggu depan si B dan cepat atau lambat: ANDA.
Tuesday, May 20, 2008
Gosip
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment