Ibarat permata, aku hanya punya satu, dan jika kuberikan, aku tak punya apa-apa lagi. Apakah permata itu ?. Permata itu adalah “Cinta”
Cinta yang ku pelajari entah dari negeri mana, Cinta yang lebih indah jika “Cinta itu tak pernah sampai”. Kenapa?? karena dengan energinya dia akan terus berkembang dan akan terus menjadi baik dan akan terus sampai pada suatu titik yang bernama “keikhlasan”.
Jadi siapa selayaknya yang mendapatkan permata itu?? tak lain dan tak bukan hanya untuk_Nya, dan karena_Nya pula, terwujud rasa “Cinta pada makhluk_Nya”, seperti kamu.. karena permata itu telah menjadi “mutiara” kini, yang tak pernah habis jika saya berikan, dan tetap selalu ada.
Sahabatku rahimakumullah, Cinta merupakan karunia terindah yang Allah berikan pada kita, maka hadiahkanlah kembali kepada_Nya, Jika engkau ingin kebaikan untuk dirimu sendiri…
Jika engkau sudah punya “Cinta” tersebut, engkau telah punya “Kunci” untuk mengharungi kehidupan ini. Karena hakikat dirimu hanyalah seorang hamba “yang Harus Punya Cinta Sejati Pada Tuannya”.
Dan jika engkau mencintai seseorang janganlah secinta-cintanya, karena boleh jadi suatu ketika dia akan menjadi musuh bagimu, dan jika engkau membenci seseorang, sewajarnyalah saja karena boleh jadi suatu ketika dia akan menjadi sahabatmu.
Cintailah seseorang karena Allah Swt, niscaya engkau tidak akan pernah merasa kecewa! Karena bagaimanapun memberi itu lebih indah, berharga dan mulia (di mata Allah) daripada menerima!!!
Allah sangat menyayangimu.., Dia akan menjagamu jika engkau semua selalu mengingat_Nya dalam setiap detak jantung, denyut nadi, dan hembusan nafasmu…Insya Allah.
^__^
Cinta diatas Cinta. . .
munsyid: The Fikr
Tausiyah: Aa Gym
Hati kita sering terbeli oleh orang yang berbuat baik kepada kita.
Timbulah cinta, cinta yang dapat membuat kita ringan berbuat bahkan berkorban.
kita cinta kepada orang tua yang sudah banyak memberi kebaikan, kitapun cinta kepada siapa saja yang membuat kita mendapatkan nikmat kebaikan.
Tapi sesungguhnya semua sumber kebaikan hanyalah dari Allah. sedangkan makhluk hanyalah jalan nikmat yang Dia berikan kepada kita.
Oleh karena itu jikalau kita akan menumpahkan cinta, maka cinta sejati kita adalah cinta kepada sumber kebaikan, sumber segala kenikmatan dan kebahagiaan yang sampai kepada kita.
Dialah Allah, Maha Pencinta.
Dialah Allah yang layak kita cintai dengan sepenuh hati.
Cinta diatas cinta
dalam senyapnya malam.. dalam gundahnya hati…
aku mencari makna sebuah cinta yang hakiki. . .
dalam raga terlena.. resah hampanya jiwa…
akhirnya temukan satu cinta diatas cinta. . .
kadang cinta bahagia,,
kadang cinta jadi menderita,,
kadang lupa segala-galanya,,
karna itu kembali pada-Nya, , ,
cinta kawan yang tak sepadan..
cinta guru yang tak berujung..
cinta ibu bapak tak terbalas..
diberikan sepanjang jalan. . .
cinta Rosul bagaikan air..
mengalir kepada ummatnya..
cinta allah sebuah misteri..
bagi setiap hamba-hamba-Nya. . . . .
fitrah manusia mencintai dicintai..
setiap insn mengalami tentang rasa cinta…
sumber: http://alfiyandi.wordpress.com/
Sunday, February 7, 2010
Kunci Diri dan “Do’a Yang Terindah”
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
Assalamu'alaykum..
Nice post.. :D
Lanjutkan..! Hhe
alaikumsalam...sip deh...n_n
Post a Comment